Tahukah Kamu?
Pembersih lantai adalah produk yang sudah tidak asing lagi di rumah tangga. Namun, tahukah kamu bahwa pembersih lantai mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan?
Bahan Kimia dalam Pembersih Lantai
Bahan kimia yang sering ditemukan dalam pembersih lantai adalah asam sulfat, amonia, klorin, dan fenol. Keempat bahan ini memiliki efek yang berbeda-beda pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Asam Sulfat
Asam sulfat umumnya digunakan sebagai bahan penghilang noda pada lantai. Namun, bahan ini sangat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata. Selain itu, asam sulfat juga dapat merusak lingkungan karena sifatnya yang sangat asam.
Amonia
Amonia digunakan sebagai bahan pembersih dan penghilang noda pada lantai. Namun, bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Jika terhirup dalam jumlah besar, amonia dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru.
Klorin
Klorin umumnya digunakan sebagai bahan pemutih dan penghilang noda pada lantai. Namun, bahan ini sangat beracun dan dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, klorin juga dapat merusak lingkungan karena sifatnya yang sangat korosif.
Fenol
Fenol digunakan sebagai bahan pembersih dan penghilang bau pada lantai. Namun, bahan ini sangat beracun dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, hidung, dan tenggorokan. Selain itu, fenol juga dapat merusak lingkungan karena sifatnya yang sangat berbahaya bagi organisme hidup.
Bahan Alternatif untuk Pembersih Lantai
Untuk menghindari efek berbahaya dari bahan kimia dalam pembersih lantai, ada beberapa bahan alternatif yang dapat digunakan. Bahan-bahan tersebut antara lain adalah cuka, baking soda, minyak kayu putih, dan air jeruk nipis.
Cuka
Cuka dapat digunakan sebagai bahan pembersih lantai karena sifatnya yang asam. Cuka dapat membersihkan noda pada lantai dan juga dapat menghilangkan bau tidak sedap.
Baking Soda
Baking soda dapat digunakan sebagai bahan pembersih lantai karena sifatnya yang bersifat basa. Baking soda dapat membersihkan noda pada lantai dan juga dapat menghilangkan bau tidak sedap.
Minyak Kayu Putih
Minyak kayu putih dapat digunakan sebagai bahan pembersih lantai karena sifatnya yang memiliki aroma menyegarkan. Minyak kayu putih juga dapat membunuh kuman pada lantai.
Air Jeruk Nipis
Air jeruk nipis dapat digunakan sebagai bahan pembersih lantai karena sifatnya yang bersifat asam. Air jeruk nipis dapat membersihkan noda pada lantai dan juga dapat menghilangkan bau tidak sedap.
Kesimpulan
Pembersih lantai mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Untuk menghindari efek berbahaya dari bahan kimia tersebut, sebaiknya menggunakan bahan alternatif yang lebih aman seperti cuka, baking soda, minyak kayu putih, dan air jeruk nipis.